DigiFor

Narasumber Digital Forensic

BHD berpartisipasi dalam kegiatan Pelatihan Digital Forensic melalui aplikasi FTK Imager dan Autopsy yang dilaksanakan pada 26–27 November 2025 di Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman. Kegiatan ini difasilitasi oleh Program Studi Sistem Informasi bersama Information System Association (INFORSA), organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus.

Narasumber Digital Forensic

Tentang Project Ini

BHD berpartisipasi dalam kegiatan Pelatihan Digital Forensic melalui aplikasi FTK Imager dan Autopsy yang dilaksanakan pada 26–27 November 2025 di Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman. Kegiatan ini difasilitasi oleh Program Studi Sistem Informasi bersama Information System Association (INFORSA), yaitu organisasi kemahasiswaan yang berperan dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang sistem informasi dan teknologi digital.

Kegiatan ini menghadirkan Founder BHD secara langsung, yaitu Bapak Muhammad Yusuf Halim, S.Kom., M.Kom., CHFI., sebagai narasumber utama. Beliau memiliki pengalaman di bidang digital forensic, baik melalui program magang di Pusat Studi Forensika Digital Universitas Islam Indonesia (PUSFID UII), maupun melalui pengalaman profesional di perusahaan digital forensic, iSafe PT. Hastama Technologies Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi dasar dalam penyampaian materi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menekankan pada praktik penggunaan tools forensik digital yang relevan dengan kebutuhan investigasi dan keamanan informasi.

Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada konsep dasar digital forensic, tahapan penanganan barang bukti digital, serta pentingnya menjaga integritas data selama proses investigasi. Materi praktik mencakup penggunaan FTK Imager untuk proses akuisisi, imaging, dan pemeriksaan awal terhadap media penyimpanan digital. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan Autopsy sebagai perangkat lunak analisis forensik untuk menelusuri file, metadata, riwayat aktivitas, serta berbagai artefak digital yang dapat mendukung proses investigasi digital.

Selain materi digital forensic, narasumber juga memberikan pengenalan mengenai kriptografi sebagai salah satu aspek penting dalam keamanan informasi. Materi kriptografi mencakup konsep dasar enkripsi, dekripsi, hash, serta peran kriptografi dalam menjaga kerahasiaan, keaslian, dan integritas data. Dengan adanya materi ini, peserta diharapkan mampu memahami keterkaitan antara digital forensic, keamanan informasi, dan kriptografi dalam konteks investigasi digital modern.

Bapak Muhammad Yusuf Halim, S.Kom., M.Kom., CHFI., juga memiliki rekam jejak prestasi di tingkat internasional, salah satunya dengan meraih Medali Perak pada ajang The 14th International Invention, Innovation & Design Competition 2025 untuk kategori Science, Engineering & Technology. Melalui kegiatan ini, BHD menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi, keterampilan, dan kompetensi digital forensic di lingkungan akademik, khususnya bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang keamanan informasi dan investigasi digital.

Fitur Utama

Workshop

Hasil / Impact

Pemahaman mendalam pada tools forensic